Rabu, 13 Mei 2009

Kontemplasi Berubah

Ketika kita telah mempelajari kebaikan dan tidak terjadi perubahan kea rah yang lebih baik.


Ketika kita telah mengetahui banyak kebaikan tetapi tidak juga berbuat amal shalih


Maka selayaknyalah kita menangisi diri kita, sebelum kita ditangisi oleh saudara kita (mati).



Dan renungkanlah yang berikut ini


Sungguh merugilah orang-orang yang memeluk islam tetapi tidak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat


Yaitu mereka yang hanya menggunakan Islam sebagai Identitas


Atau mereka yang melakukan aktivitas Islam hanya sebagai ritual belaka tanpa keyakinan dalam hatinya


Merugi pula mereka yang mempelajari Islam tetapi tidak menjadikan dirinya lebih baik


Yaitu mereka yang mempelajari Islam hanya sebatas sebagai ilmu


Sungguh merugilah mereka itu



Maka jadilah orang-orang yang beruntung dalam hidup di dunia maupun di akhirat


Dengan menjalani kehidupan penuh keikhlasan (hati)


Juga menambah keyakinannya dengan mempelajari Islam (intelektual)


Dan menjadikan ilmunya sebagai dasar beramal islami (fisik)


Serta senantiasa mempunyai kebanggaan atas identitas Islam nya



Sungguh beruntung Umar bin Khatab ra, yang dapat merubah dirinya setelah mengenal Islam, dari kesesatan dalam

beramal menuju keikhlasan dalam beribadah.


Beruntung pula Abu Bakar Ash-shidiq ra, seorang bangsawan dan pedagang sukses, yang dengan totalitasnya baik waktu, harta, maupun amalannya mendapatkan keridhaan Allah.


Begitu juga Bilal bin Rabbah ra, mantan budak yang menjadi muadzin Rasulullah, yang terdengar terompahnya di surga karena amalan ibadah sunnah unggulannya.



Bagaimana dengan diri kita?


Sudahkah kita berubah menjadi lebih baik & lebih sholih sejak memeluk Islam?


Sudahkah kita mempersiapkan amalan unggulan untuk mengetuk pintu surganya Allah?


Sudahkah kita merencanakan amal jariyah yang akan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di hari kiamat kelak?



Sungguh kehidupan dunia itu sangat singkat dan kita tidak tahu kapan harus meninggalkannya


Dan sungguh orang yang beriman itu amat sangat cintanya kepada Allah


Mereka senantiasa merindukan pertemuan denganNya, bukan sebaliknya


Sudahkah kita termasuk yang demikian



Maka bersegeralah menambah ilmu sebagai pegangan dalam beramal


Bersegeralah untuk beramal dan bersegeralah untuk berubah


Dari kegelapan ketidaktahuan akan hakikat hidup menuju terang benderangnya Islam


Dari sekedar ilmu yang melimpah menuju amalan yang ikhlas


Itulah keimanan yang sesungguhnya



Keimanan yang senantiasa melekat dalam diri sampai ajal menjelang (istiqomah)


Hati yang ikhlas, perkataan yang benar dan amal perbuatan yang baik


Sungguh proses internalisasi Islam harus ada dalam diri kita, itulah celupan dari Allah (Sibghoh Allah)


Di mana nilai-nilai Islam menyatu dalam nurani dan perasaan kita


Juga merasuk ke dalam relung hati kita



Dan perubahan pun akan menjadi sebuah keniscayaan


Ya…Perubahan…Kita harus berubah…Kita harus berubah


Karena tidak mungkin kita berada dalam kebaikan, kecuali diri kita harus berubah


Perubahan dalam hal keyakinan, cara fikir, selera dan tingkah laku


Perubahan menjadi pribadi yang Islami


Yang akan menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin


Hari esok lebih baik dari hari ini


Dan hari esok senantiasa lebih baik dari hari sebelumnya


Sehingga ketika kita diminta menghadap kembali kepadaNya maka itulah hari terbaik kita hidup di dunia



Selamat merenungi hakikat hidup..saudaraku


Semoga kita senantiasa dimudahkan dalam mempelajari dan mengamalkan kebaikan


Diberikan umur yang panjang yang penuh amal shalih


Diberikan rejeki yang banyak dan berkah, yang senantiasa kita belanjakan di jalan Allah


Dan mendapatkan ridho Allah baik di dunia maupun di akhirat

Seja o primeiro a comentar

Semai Asa, Wujudkan cita dengan Cinta dan Dakwah ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO